PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

BAB III
PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Pendidikan Islam
Sebelum penulis menguraikan tentang pengertian pendidikan Islam sebaiknya sebaiknya penulis mengemukakan arti pendidikan secara umum, supaya kita lebih mudah memahami pengertian pendidikan Islam itu. Pendidikan adalah “ Bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.”
Manusia sebagai makhluk sosial bisa bertahan hidup harus dengan pertolongan dan bimbingan orang lain. Pertolongan dan bimbingan dari orang lain itu merupakan bimbingan untuk mempengaruhi perkembangan sianak baik perkembangan jasmani dan perkembangan rohani sehingga ia dapat berdiri sendiri dan memiliki pribadi yang utama. Apabila pendidikan yang diberikan itu di dasarkan kepada ajaran Islam dan di ditujukan kepada terbentuknya pendidikan muslim maka dinamakan pendidikan Islam.
Pendidikan Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah…

View original post 1,675 more words

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

BAB III
PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Pendidikan Islam
Sebelum penulis menguraikan tentang pengertian pendidikan Islam sebaiknya sebaiknya penulis mengemukakan arti pendidikan secara umum, supaya kita lebih mudah memahami pengertian pendidikan Islam itu. Pendidikan adalah “ Bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.”
Manusia sebagai makhluk sosial bisa bertahan hidup harus dengan pertolongan dan bimbingan orang lain. Pertolongan dan bimbingan dari orang lain itu merupakan bimbingan untuk mempengaruhi perkembangan sianak baik perkembangan jasmani dan perkembangan rohani sehingga ia dapat berdiri sendiri dan memiliki pribadi yang utama. Apabila pendidikan yang diberikan itu di dasarkan kepada ajaran Islam dan di ditujukan kepada terbentuknya pendidikan muslim maka dinamakan pendidikan Islam.
Pendidikan Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah di yakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak
Dari pengertian di atas kita bisa memahami bahwa bimbingan dan pertolongan yang diberikan haruslah berdasarkan pada hukum-hukum Islam, dengan kata lain yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 36 yang berbunyi :

Artinya : “ Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati itu akan diminta pertanggungjawabannya”
Pendidikan Islam merupakan ilmu yang mempelajari kerangka dan konsep, prinsip, fakta serta teori pendidikan bersumber dari ajaran Islam yang mengarahkan kegiatan pembinaan pribadi anak dengan sengaja dan sadar dilakukan oleh seorang pendidik untuk membina pribadi muslim yang taqwa. Dengan kata lain pendidikan Islam berfungsi mengarahkan para pendidik dalam membina generasi penerus yang mandiri, cerdas dan berkpribadian yang sempurna ( sehat jasmani dan rohaninya ) serta bertanggungjawab dalam menjalani hidupnya sebagai hamba Allah, makhluk individu, dan sosial menuju terbentuknya kebudayaan Islam.
B. Tujuan Pendidikan Islam
Untuk merumuskan tujuan pendidikan Islam menurut penulis kita harus mengetahui terlebih dahulu ciri manusia sempurna menurut Islam. Sebelum mengetahui ciri manusia sempurna menurut Islam maka kita harus mengetahui hakikat manusia menurut Islam
1. Hakikat manusia menurut Islam
Manusia adalah makhluk ciptaaan Allah, yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya ( konvergensi ). Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakan :
: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ
الْفِطْرَةِمَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى
فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ
Artinya : Dari Abi Hurairah Ra. Bahwasanya telah berkata Rasullullah SAW “ Tiap orang dilahirkan membawa fitrah; ayah dan ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi ( Hadis Riwayat Bukhori )
Dalam perkembangan manusia cenderung untuk beragama dan mempunyai potensi cendrung untuk berbuat baik dan berbuat jahat, kecendrungan manusia untuk berbuat baik adalah kecendrungan beragama. Manusia sejak lahir cenderung percaya kepada kekuasaan yang tertinggi yang menguasai alam jagat raya ini. Dan mengakui bahwa Allah itu ada dan mengabdi kepada Allah merupakan kebutuhan manusia, dan manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi musyrik dan jahat. Ini merupakan fitrah manusia.
Adapun ayat-ayat yang menjelaskan tentang hakikat manusia
a. Surah Al-Rum ayat 30.
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

b. Surah Al-Qashash ayat 77
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

c. Surah Al-Baqarah ayat 247

Artinya : Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.
d. Surah Al-Hijr ayat 29
Artinya : Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
e. Surah Al-Hajj ayat 32
Artinya : Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah. Maka Sesungguhnya itu timbul dari Ketakwaan hati.
2. Manusia sempurna menurut Islam
Manusia sempurna menurut Islam adalah manusia yang mempunyai ciri-ciri pokok yaitu jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan, cerdas serta pandai, rohani yang berkualitas tinggi.
Dari kutipan di atas ciri-ciri manusia sempurna menurut Islam adalah :
a. Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan
Jasmani yang sehat serta kuat sangat di butuhkan dalam Islam terutama pada saat penyebaran agama Islam, karena kesehatan mempengaruhi semangat seseorang untuk melaksanakan agama dan memudahkan untuk mempelajari ilmu sehingga orang Islam mempunyai keterampilan sehingga bisa hidup mandiri.
Manusia perlu mempunyai keterampilan sesuai dengan firman Allah dalam surah Hud ayat 37 dan Surah al-Anbiya ayat 80
1) Surah Hud ayat 37
Artinya : Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu; Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

2) Surah al-Anbiya ayat 80
Artinya : Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
Kita sebagai muslim yang hidup pada zaman modren ini tidak boleh meremehkan pendidikan keterampilan, karena orang akan sulit jika tidak mempunyai keterampilan untuk bersaing mencari penghidupan yang lebih baik.
b. Cerdas serta pandai
Islam menginginkan pemeluknya cerdas dan pandai. Ciri akal yang berkembang secara sempurna dengan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat tepat, sedangkan pandai ditandai dengan memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki banyak informasi. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan manusia harus cerdas dan pandai terdapat pada :
1) Surah Az-Zumar ayat 9
Artinya : (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

c. Rohani yang berkualitas tinggi
Kalbu yang mempunyai kualitas tinggi merasakan perasaan sedih, gelisah, rindu, sabar dan tidak serakah dan iman kepada Allah sehingga ia bertaqwa kepada Allah dengan mengerjakan sholat khusuk, bila mengingat Allah hatinya tenang, bila dibaca Asma Allah bertambah tebal imannya, bila mendengar ayat-ayat Allah sujud dan menangis. Sehingga orang yang mempunyai kualitas rohani yang tinggi berfikir dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Dan manusia yang sempurna menurut Islam ialah orang beriman atau yang bertaqwa kepada Allah.
3. Tujuan pendidikan Islam
Secara umum pendidikan Islam berfungsi mencerdaskan dan memberdayakan individu dan masyarakat sehingga dapat hidup mandiri dan bertanggungjawab dalam membangun masyarakat sehingga terbentuk pribadi muslim seutuhnya bahagia di dunia dan di akhirat dengan menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah dan hubungan manusia.
Tujuan pendidikan Islam adalah menyiapkan anak supaya anak diwaktu dewasa kelak mersa cakap melakukan pekerjaan dunia dan akhirat sehingga tercipta kebahagian bersama baik di dunia maupun di akhirat.
Sedangkan tujuan dari pendidikan yang lainnya supaya manusia bisa memperoleh hidayah keimanan, bisa menggunakan akal pikiran dan analisis dan bisa berakhlak mulia dan berbauat saleh dan tidak menyekutukan Allah, penangkal kebatilan dan memelihara dari kerusakan jasmani, menjaga kesehatan, menjaga diri dari kerusakan hubungan sosial, menangkal penyakit moral, mejaga bahaya dari luar diri, menyiapkan generasi muda memilki peranan dimasa mendatang, memindahkan ilmu pengetahuaan dari yang tua ke yang muda dan memindahkan nilai-nilai yang bertujuan menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

Dari tujuan pendidikan Islam yang penulis cantumkan di atas, maka dapat di ambil kesimpulan bahawa pendidikan Islam itu benar-benar bertujuan untuk membentuk manusia supaya menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa, beramal saleh, berakhlak mulia sehingga ia menjadi anggota masyarakat yang mampu berdiri sendiri mengabdi kepada Allah SWT. Dan berbakti kepada bangsa dan tanah airnya sesuai dengan ayat Al-Qur’an pada surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi :

Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaku.
Dari ayat di atas maka tujuan pendidikan Islam ialah manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Tata cara menyembah kepada Allah bisa di capai dengan mempelajari dan mengembangkan diri sehingga bisa mengabdi kepada Allah dengan jalan yang benar.
C. Metode Pendidikan Islam
Metode pendidikan adalah jalan atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik agar terwujud kepribadian muslim.
Dalam menyampaikan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar-benar disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak. Dan kita harus menyusun cara penyampaian materi sesuai dengan kemampuan anak tetapi dengan cara yang menarik.
Dalam tulisan ini saya tidak membahas matode-metode pendidikan karena telah banyak metode-metode yang di kembangankan di barat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk memperkaya pendidikan Islam, yang saya bahas pada tulisan ini pelaksanaan mengajar itu sendiri dan berbagai metode pendidikan untuk mengembangkan aspek afektif menuju terbentuknya pribadi Muslim.
1. Cara melaksanakan pengajaran
Masalah cara melaksanakan pengajaran jauh lebih penting di banding kita mengetahui banyak metode-metode mengajar, yang dapat membantu seseorang untuk dapat mengajar bukanlah penguasaan metode-metode umum tersebut, tetapi bagaimana cara merancang “ jalannya pengajaran “.
Menurut Ahmad Tafsir bahwa urutan langkah-langkah mengajar adalah mengetahui tujuan pengajaran yang hendak dicapai, kemampuan guru, keadaan alat yang tersedia dan jumlah murid. .
Sedangakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh seorang pendidik sebelum pembuatan metode pendidikan Islam adalah mempersiapkan mengajar yang meliputi pemahaman terhadap tujuan pendidikan Islam, penguasaan materi pelajaran dan teori-teori pendidikan Islam dan menguasai dan memahami prinsip-prinsip mengajar serta model-modelnya dan prinsif evaluasi sehingga pada akhirnya pendidikan Islam belangsung dengan cepat dan tepat.
Menurut Glaser langkah-langkah pengajaran adalah membuat persiapan mengajar,langkah-langkah yang di buat guru menetukan kondisi kesiapan kemampuan belajaranya, pembinaan afektif dan menentukan cara dan teknik evaluasi
Menurut Muhaimin dan Abdul Mujib bahwa pembuatan metode pendidikan Islam harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhinya yang meliputi tujuan pendidikan Islam, faktor anak didik, situasi dan fasilitas.
Dengan memperhatikan berbagai faktor sehingga kita lebih mudah dalam memilih dan menggunakan metode yang tepat dan efesien dan efektif dalam setiap proses belajar mengajar.
2. Metode pembinaan rasa ke beragamaan
Ada beberapa metode qur’ani yang dapat digunakan dalam aktivitas pendidikan dalam pembinaan rasa keberagamaan kepada anak didik, yaitu Metode Hiwar ( percakapan ) qur’ani dan nabawi, Metode kisah Qur’ani dan nabawi, metode amtsal ( perumpamaan ) qur’ani dan nabawi metode ibrah dan mau’izah dan metode Targhrib dan Tarhib.
Metode-metode di atas bisa kita gunakan sebagai suatu cara yang mengahantarkan kepada tujuan pendidikan Islam sehingga anak bisa menjadi orang yang berakhlak mulia sehingga ia tumbuh menjadi insanunkamil.
Tetapi yang saya membahas pada skripsi ini adalah metode Targrib dan tarhib yaitu janji kesenangan, kenikmatan akhirat yang disertai bujukan dan ancaman karena dosa yang dilakukan sehinga sesuai dengan judul skripsi ini Prinsip Ganjaran Dan Hukuman Dalam Prepektif Pendidikan Islam.

Posted in Uncategorized | 2 Comments